Pagerharjo, 12 Juli 2024- Promosi Daya Tarik Wisata Pancer Menoreh diadakan dengan meriah, menampilkan pentas seni Wayang Kulit dengan dalang kondang, Ki Catur Kuncoro. Acara yang dimulai dengan pentas Lengger Tapeng Tresno Budoyo ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mempromosikan daya tarik wisata Pancer Menoreh.
Lakon Wayang yang dibawakan kali ini berjudul "Mbangun Taman Maerokoco," yang membawa pesan harapan agar Pancer Menoreh semakin dikenal luas dan menarik banyak wisatawan untuk berkunjung ke Pagerharjo. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata DIY dengan dukungan Dana Keistimewaan (Danais) atas aspirasi dari Pokok Pikiran Anggota DPRD DIY, Lilik Syaiful Ahmad SP, yang juga menjabat sebagai wakil ketua komisi C DPRD DIY.

Dalam sambutannya, Lurah Pagerharjo menyampaikan bahwa tujuan acara ini adalah untuk mendukung promosi daya tarik wisata Pancer Menoreh yang dikelola oleh Bumdes Binangun Raharja Pagerharjo. "Kami berharap dengan adanya acara ini, Pancer Menoreh semakin dikenal dan menjadi destinasi wisata yang menarik banyak pengunjung," ujar beliau.
Lilik Syaiful Ahmad yang turut hadir dalam kesempatan tersebut mensosialisasikan fungsi dana aspirasi atau dana pokok pikiran. "Setiap Anggota DPRD DIY mendapatkan kewenangan dana aspirasi yang terpisah dari dana dinas-dinas. Dana ini bisa digunakan asalkan ada usulan dari masyarakat," jelas Lilik.

Tentang Dana Aspirasi
Dana aspirasi, juga dikenal sebagai dana pokok pikiran, adalah anggaran yang dialokasikan berdasarkan aspirasi atau usulan dari anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD). Berikut adalah beberapa kegunaan utama dari dana aspirasi:
1. Pembangunan Infrastruktur:
2. Peningkatan Kualitas Hidup:
3. Pengembangan Pendidikan dan Kesehatan:
4. Promosi Budaya dan Pariwisata:
5. Pengembangan Ekonomi Lokal:
6. Sosial dan Kesejahteraan:

Selain memperkenalkan Pancer Menoreh, acara ini juga merupakan bagian dari upaya memperkenalkan tagline wisata Jogja yaitu "Pesona Jogja - Bangga Berwisata di Indonesia." Dengan adanya acara seperti ini, diharapkan masyarakat semakin mengenal dan mencintai destinasi wisata lokal.
Pentas Kesenian di Pancer Menoreh ini berhasil menarik perhatian banyak warga dan wisatawan yang datang untuk menikmati seni dan budaya tradisional, sekaligus mendukung pengembangan pariwisata lokal.
Penulis, Setiyoko, S. Pd
Editor, Mas Carik